Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun




Скачать 384.77 Kb.
НазваниеDaerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun
страница1/8
Дата конвертации29.10.2012
Размер384.77 Kb.
ТипДокументы
  1   2   3   4   5   6   7   8




BAB 1

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun sebagai ibukota daerah swantantra, menjadikan Jakarta istimewa dan berstatus sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI). Karena fungsi yang diembannya sebagai pusat pemerintahan dan lebih dari 70% peredaran uang berada di Jakarta, menimbulkan konsekuensi sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan dan jasa, pusat kegiatan sosial dan budaya dengan berbagai sarana terbaik di Indonesia dalam bidang pendidikan, budaya, kesehatan, dan olahraga. Semenjak dinyatakan sebagai ibukota pada tanggal 31 Agustus 1964, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Berbagai pusat pemukiman pun berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Rawamangun, dan Pejompongan (dalam jakarta.go.id).

Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Setiap wilayah Kotamadya di Jakarta memiliki ciri fisik dan masalah sosial yang berbeda-beda. Perbedaan ini juga mempengaruhi kehidupan masyarakat yang tinggal di setiap wilayah tersebut. Misalnya seperti Kotamadya Jakarta Timur yang memiliki wilayah terluas sehingga jumlah penduduknya terbanyak dibandingkan keempat Kotamadya lainnya (bps.jakarta.go.id), kemudian bencana angin puting beliung yang sering terjadi hanya pada Kepulauan Seribu dan Kotamadya Jakarta Utara akibat letaknya yang berbatasan dengan laut, ataupun peristiwa kebakaran yang sering terjadi di Kotamadya Jakarta Pusat (www.ppk-depkes.org).

Jakarta Utara adalah nama sebuah kota administrasi di sebelah utara Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kondisi di wilayah ini merupakan daerah pantai dan tempat bermuaranya sembilan sungai dan dua banjir kanal, menyebabkan wilayah ini merupakan daerah rawan banjir, baik kiriman maupun banjir karena air pasang laut (utara.jakarta.go.id). Wilayah ini juga memiliki banyak pemukiman kumuh akibat tingkat kemiskinan yang tertinggi dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya. Selain bencana dan kemiskinan, wilayah Jakarta Utara juga memiliki kekhasan, yaitu warganya dikenal sebagai orang yang terbuka dan keras. Karakteristik ini sama dengan karakteristik masyarakat pesisir. Warga Jakarta Utara memang dikenal terbuka terhadap kaum pendatang baru sehingga banyak pendatang yang menetap di wilayah ini. Sedangkan sifat yang keras terkait dengan kondisi wilayah pesisir yang kurang subur dan udara pesisir yang panas. Ciri khas lainnya dari Jakarta Utara adalah adanya tempat hiburan Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan), serta tempat diadakannya festival seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Berbeda dengan Kotamadya Jakarta Utara, Wilayah Kotamadya Jakarta Timur memiliki 95 % daratan dan selebihnya rawa atau persawahan. Daerah ini juga dilewati oleh beberapa sungai kanal antara lain: Cakung Drain, Kali Ciliwung, Kali Malang, Kali Sunter, Kali Cipinang. Oleh karena itu, kondisi fisik seperti ini juga mendatangkan banjir pada beberapa wilayah di Jakarta Timur. Wilayah Jakarta Timur merupakan wilayah terluas dibandingkan dengan keempat kotamadya lainnya. Sebagian besar wilayahnya terisi oleh pemukiman penduduk sehingga wilayah ini juga memiliki kepadatan penduduk terbesar kedua setelah Jakarta Pusat (kependudukancanpil.go.id). Tingkat kemiskinan pada wilayah Jakarta Timur adalah tertinggi kedua setelah Kotamadya Jakarta Utara. Namun demikian, berdasarkan hasil elisitasi, kotamadya Jakarta Timur ini dikenal sebagai tempat bertemunya (meltingpot) berbagai masyarakat dari berbagai daerah karena terdapat banyak terminal bus besar, seperti Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kampung Melayu, dan Terminal Polu Gadung. Warga Jakarta Timur sendiri dikenal sebagai masyarakat dengan sosial ekonomi menengah ke bawah, namun memiliki hubungan yang baik antar warganya.

Kondisi yang berbeda juga akan dijumpai pada Kotamadya Jakarta Selatan. Pada masa awal kemerdekaan, bagian dari wilayah Jakarta Selatan direncanakan sebagai Kota Satelit, tepatnya daerah Kebayoran Baru. Hal ini ditandai dengan empat jalan utama yang menyebar dari satu pusat ke empat penjuru wilayah lainnya (selatan.jakarta.go.id). Selain itu, bagian wilayah ini juga juga dikenal sebagai pusat perbelanjaan, pusat bisnis, dan juga perumahan kelas atas. Hal tersebut menjadikan warga yang tinggal di wilayah ini dianggap sebagai kaum socialite dan ekslusif. Istilah ”anak Jaksel” pun melekat sebagai istilah untuk anak muda yang memiliki pergaulan yang luas dan berasal dari keluarga kaya. Hal ini memang sesuai dengan fakta yang ada bahwa Kotamadya Jakarta Selatan memiliki jumlah keluarga miskin terkecil jika dibandingkan dengan keempat Kotamadya DKI Jakarta lainnya.

Lain halnya dengan Kotamadya Jakarta Barat. Wilayah ini memiliki kekhasan sebagai tempat bermukimnya warga dengan etnis Cina atau Tionghoa sehingga terdapat anggapan bahwa penduduk pribumi yang tinggal di wilayah ini sangat sedikit (barat.jakarta.go.id). Hal ini menjadikan warga Jakarta Barat dikenal sebagai warga yang terbuka dan ramah terhadap kaum pendatang. Mereka juga dianggap sebagai pekerja yang rajin, hal ini sesuai dengan karakteristik etnis Cina yang memang dikenal sebagai orang yang ulet dalam bekerja. Selain itu, wilayah Jakarta Barat juga dikenal sebagai pusat perbelanjaan elektronik dan penjualan game komputer sehingga sebagian besar remaja yang tinggal di wilayah ini dikenal sangat menyukai game komputer. Menurut hasil elisitasi, banjir yang sering terjadi di wilayah ini mengakibatkan kegiatan sebagian besar warganya menjadi terhambat dan tidak sedikit pula dari mereka yang menjual rumahnya karena terlalu sering terkena banjir.

Kotamadya selanjutnya adalah Kotamadya Jakarta Pusat yang tepat berada di jantung Ibukota Republik Indonesia, DKI Jakarta. Wilayah ini memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, wilayah Jakarta Pusat juga memiliki kekhasan, antara lain sebagai pusat pemerintahan dan landmark kota Jakarta (Monumen Nasional, Taman Ismail Marzuki, Istana Negara, Museum Nasional, dan lainnya). Berdasarkan hasil dari elisitasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa karakterisik khusus warga Jakarta Pusat adalah mementingkan diri sendiri serta memiliki tingkat kecurigaan dan kecemasan yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya kriminalitas pada wilayah ini, salah satunya adalah seringnya terjadi perampokan pada rumah-rumah mewah. Hal tersebut juga mengakibatkan hubungan yang buruk antar kelas sosial pada warga Jakarta Pusat karena adanya kecurigaan pada kelas sosial yang lebih rendah.

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa setiap wilayah memiliki kondisi dan masalah yang berbeda-beda. Perbedaan ini akan menciptakan dinamika yang berbeda-beda pula di dalam tiap-tiap masyarakatnya, termasuk bagaimana masyarakat menilai kehidupan yang dijalaninya terkait dengan kondisi di wilayah tempat tinggalnya. Penilaian tersebut yang kemudian dapat dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan dan kepuasaan hidup.

Secara umum, kebahagiaan dan kepuasaan hidup adalah dua hal yang ingin dicapai oleh setiap manusia. Namun dalam pencapaiannya tiap-tiap individu menggunakan cara yang berbeda dan menemukan hambatan yang berbeda pula. Lebih lanjut peneliti perlu menekankan bahwa kebahagiaan dan kepuasaan adalah dua hal yang berbeda, namun keduanya berkorelasi tinggi (Gundlach & Kreiner, 2004). Kebahagiaan (happiness) menurut Diener (dalam Gelati, Manzano, & Satgiu, 2006) adalah seluruh penilaian tentang hidup beserta keseluruhannya. Sedangkan kepuasan hidup (life satisfaction) adalah derajat penilaian individu terhadap keseluruhan kualitas hidup sebagai sesuatu yang menyenangkan; dengan kata lain adalah bagaimana seseorang menyukai hidup yang ia jalani (Veenhoven dalam Gundlach & Kreiner, 2004). Dari kedua definisi diatas dapat dibedakan bahwa kebahagiaan adalah evaluasi hidup yang sifatnya emosional, sedangkan kepuasan hidup lebih bersifat kognitif dan konkrit (Gundlach & Kreiner, 2004). Seseorang bisa saja mengatakan bahwa dirinya bahagia, namun ia merasa tidak puas dengan beberapa hal dalam hidupnya, dan begitu juga bisa sebaliknya.

Penelitian mengenai kebahagiaan dan kepuasaan hidup telah banyak dilakukan. Sebagian besar penelitian mencari perbedaan tingkat kebahagiaan dan kepuasaan hidup pada budaya yang berbeda. Hal ini dilakukan karena adanya asumsi bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup berbeda di setiap budaya yang sering dikaitkan dengan adanya perbedaan kondisi ekonomi (Gelati, Manzano, & Satgiu, 2006). Seperti penelitian yang dilakukan Diener dan Suh (dalam Gelati, Manzano, & Satgiu, 2006) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kesejahteraan suatu negara dengan tingkat kebahagiaan. Semakin sejahtera suatu negara, semakin tinggi tingkat kebahagiaan dan kepuasaan hidup masyarakatnya. Namun sebaliknya, Gundlach dan Kreiner (2004) menemukan bahwa walaupun beberapa negara memiliki tingkat kesejahteraan yang serupa, namun terdapat perbedaan tingkat kebahagiaan dan kepuasaan hidup pada masyarakatnya. Selain itu Lane dan Stutzer (dalam Gundlach & Kreiner, 2004) menambahkan bahwa penelitian mereka menemukan korelasi antara Gross Domestic Product (GDP) dengan tingkat kebahagiaan pada beberapa negara yang memiliki tingkat kemiskinan yang berbeda-beda.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Oliver (2003), mengenai perbedaan kepuasan hidup pada masyarakat metropolitan dan suburban, menemukan bahwa terdapat enam karakteristik internal yang dapat membedakan tingkat kepuasan hidup dan kebahagiaan suatu wilayah, yaitu jumlah penduduk, kepadatan penduduk, rasial, heterogenitas ekonomi, usia wilayah, dan penggunaan lahan. Oliver (2003) juga mengatakan bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk suatu daerah, maka semakin tinggi tingkat depresi, ketidakpuasaan terhadap lingkungannnya, dan semakin tidak bahagia. Selain itu juga ditemukan bahwa semakin tinggi tingkat kemakmuran suatu daerah, maka semakin tinggi tingkat depresinya, tidak puas dengan hidup, merasa self-efficacy dan self-esteemnya rendah, dan semakin tidak bahagia (Oliver, 2003).

Selain kepadatan dan kemakmuran suatu wilayah, faktor lain juga ditemukan dalam penelitian Luechinger dan Raschky (2006) yang mengatakan terdapat efek dari bencana alam terhadap kepuasan hidup seseorang. Luechinger dan Raschky (2006) mengemukakan bahwa ditemukan dampak negatif dari bencana banjir terhadap kepuasan hidup individu. Hal ini disebakan oleh kerusakan yang diakibatkan oleh bencana itu sendiri dan kerugian yang diderita individu, terutama apabila pemerintah tidak memberikan bantuan pada para korban. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan Triandis (dalam Carr, 2004) yang menemukan bahwa terdapat hubungan antara kondisi suatu negara dengan tingkat kebahagiaan. Negara yang memiliki kestabilan demokrasi, masyarakatnya individualis, sistem pemerintahan yang baik, tingkat kesejahteraannya tinggi, dan adanya hubungan yang baik antara warga dengan pemerintahan, maka masyarakat yang tinggal di negara tersebut akan memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi.

Terkait dengan penjelasan di atas, peneliti ingin meneliti bagaimana perbedaan tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup pada lima wilayah di Jakarta. Alasan peneliti adalah walaupun kelima wilayah ini masih dianggap sebagai satu kesatuan wilayah besar, yaitu DKI Jakarta, dengan kondisi yang relatif sama yang secara umum dimiliki oleh kelima wilayah (seperti kondisi sistem pemerintahan serta karakteristik masyarakat metropolitan), namun peneliti ingin melihat apakah perbedaan karakteristik tiap wilayah akan membawa perbedaan tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup pada masyarakat di masing-masing wilayahnya. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain seperti jumlah GDP, tingkat kemiskinan, jumlah kepadatan penduduk, bencana yang melanda daerah masing-masing, dan karakteristik khusus warga masing-masing wilayah.

Penelitian ini akan dilakukan pada orang dewasa di lima wilayah di Jakarta, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, dengan karakteristik subjek berusia di atas 18 tahun, pendidikan minimal adalah SMA, dan berstatus sosial menengah ke atas. Penelitian ini termasuk penelitian household survey yang menggunakan desain penelitian non-experimental. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan perhitungan statistik dengan metode One-way Analysis Of Variance (ANOVA).


1.2 Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraiakan di atas, berikut ini adalah permasalahan penelitian yang hendak dijawab melalui penelitian ini:

  1. Bagaimana tingkat kebahagiaan warga kota Jakarta?

  2. Bagaimana tingkat kepuasaan hidup warga kota Jakarta?

  3. Bagaimana tingkat kebahagiaan warga kota pada lima wilayah di Jakarta; yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat?

  4. Bagaimana tingkat kepuasaan hidup warga kota pada lima wilayah di Jakarta; yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat?


1.3 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebahagiaan dan kepuasan hidup warga Jakarta serta gambaran perbandingan kebahagiaan dan kepuasan hidup pada lima wilayah di Jakarta.


1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memiliki dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang gambaran kebahagiaan (happiness) dan kepuasan hidup (life satisfaction) dari warga Jakarta. Sedangkan secara praktis, penelitian ini dapat memberikan tambahan informasi kepada pihak-pihak yang peduli dengan kesejahteraan warga kota Jakarta.


1.5 Sistematika Penulisan

Laporan penelitian ini terdiri dari enam bagian. Adapun sistematika penulisan pada laporan ini adalah sebagai berikut:

Bab I. Pendahuluan

Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian dilakukannya penelitian mengenai kebahagiaan dan kepuasan hidup pada masyarakat di lima wilayah DKI Jakarta dan menjelaskan urgensi dari penelitian yang akan dilakukan, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Bab II. Teori Penunjang

Bab II mengulas dasar-dasar teori yang digunakan untuk mendukung penelitian yang akan dilakukan, yaitu teori mengenai kebahagiaan, kepuasan hidup, hubungan antara kebahagiaan dan kepuasan hidup, kondisi pada masing-masing 5 wilayah di DKI Jakarta, dan dinamika teori.

Bab III. Permasalahan, Hipotesis, dan Variabel Penelitian

Bab III menguraikan permasalahan, hipotesis, dan variabel penelitian, baik secara konseptual maupun operasional.


Bab IV. Metode Penelitian

Bab IV memberikan penjelasan mengenai metode penelitian yang digunakan, yang terdiri dari tipe dan desain penelitian, partisipan penelitian, teknik pengambilan sampel, instrumen penelitian, pengujian instrumen penelitian, dan prosedur pelaksanaan penelitian.

Bab V. Hasil dan Analisis Hasil

Bab V merupakan bagian hasil dan analisis hasil dari data penelitian. Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum partisipan penelitian, gambaran umum kebahagiaan dan kepuasan hidup pada penduduk DKI Jakarta, serta perbandingan kepuasan hidup diantara kelima kelompok tersebut. Selain itu juga disertakan hasil tambahan yang didapatkan dari penelitian ini.

Bab VI. Kesimpulan, Diskusi, dan Saran

Bab VI berisi kesimpulan yang menjawab permasalahan penelitian, diskusi yang memuat perbandingan dengan temuan-temuan sebelumnya serta keterbatasan penelitian, saran teoritis untuk mengembangkan penelitian, dan saran praktis yang dapat dilakukan berdasarkan hasil penelitian.

  1   2   3   4   5   6   7   8

Добавить в свой блог или на сайт

Похожие:

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconKewenangan constitutional complaint dalam rangka perlindungan hak konstitusional warga negara

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconKemampuan akhir yang di harapkan adalah

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconJakarta post (Indonesia): More than half of ri's biodiversity `unrecorded'

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconAuthor(s): Wang, w (Wang, Wei); Wu, qr (Wu, Qunrong); Ding, lq (Ding, Liqin); Yang, zl (Yang, Zhilan); Zhang, aq (Zhang, Aiqing)

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconSerat alam sebagai bahan baku industri biokomposit

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconKali for Women, k-92 Hauz Khas Enclave, New Delhi 110 016, India

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconUniversitas mercu buana jakarta modul

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconUntuk order, kritik, saran, pertanyaan, keluhan, maupun permintaan e-Book lainnya, silakan hubungi

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconEconomic Growth and Decolonization in Indonesia

Daerah Khusus Ibukota (dki) Jakarta adalah sebuah propinsi sekaligus ibukota negara Indonesia. Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun iconIstilah Teknologi Informasi Bahasa Indonesia


Разместите кнопку на своём сайте:
lib.convdocs.org


База данных защищена авторским правом ©lib.convdocs.org 2012
обратиться к администрации
lib.convdocs.org
Главная страница